Tampilkan postingan dengan label Seputar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Islam. Tampilkan semua postingan

Pelurusan Berita tentang penusukan PENDETA HKBP yang terjadi di daerah Ciketing, Bekasi

>> Rabu, 22 September 2010

Bismillahirrohmanirrohim…

Semoga dengan membaca note ini, bisa membuka hati dan pikiran kita, karena pemberitaan di media nasioal tidak berimbang dan sangat menutupi kejadian sebenarnya….

Berawal, duapuluh tahun yang lalu, umat Islam Bekasi salalu menunjukkan skap TOLERANSI dan KEBESARAN JIWA terhadap HKBP dengan membiarkan jemaat HKBP untuk melakukan kebaktian setiap Ahad dirumah tinggal seorang warga perumahan Mustika Jaya-Ciketing, Bekasi. Umat Islampun tetap tidak protes dengan adanya jemaat yang datang dari daerah luar perumahan tsb, bahkan luar Bekasi ketempat tersebut. Tidak pernah ada tangan2 usil apalagi mengganggu acara kebaktian yang selalu dilakukan di rumah tersebut…..

Seiring dengan makin banyaknya jemaat HKBP yang datang ketempat tersebut dari berbagai daerah, maka jemaat HKBP mulai tidak terkendali. Mereka mulai arogan, tidak ramah lingkungan, tidak menghargai warga sekitar yang mayoritas beragama Islam. Mereka seenaknya menutup jalan perumahan untuk setiap kegiatan mereka, bertingkah bak penguasa. Puncaknya mereka ingin menjadikan rumah tinggal tersebut sebagai GEREJA LIAR.

Sekalipun kesal, marah, dan kecewa, umat Islam Bekasi tetap patuh pada koridor hukum dan taat undang-undang. GEREJA LIAR HKBP di Ciketing diprotes dan digugat melalui koridor hukum yang sah, sehingga akhirnya GEREJA LIAR itu disegel oleh Pemkot Bekasi. Tetapi HKBP tetap ngotot dengan GEREJA LIARnya bahkan solusi yang diberikan Pemkot Bekasi untuk dipindahkan ketempat lain secara sah dan legal mereka TOLAK…

Sudah sampai tigakali rumah yang dijadikan tempat tinggal tsb di segel oleh pihak Pemkot Bekasi. Akhirnya jemaat HKBP menggunakan tanah lapangan yang jauhnya 3 km dari GEREJA LIAR mereka..Setiap Ahad, mereka akan konvoi dari GEREJA LIAR mereka ke tanah lapangan tsb. sambil menyanyikan lagu-lagu gereja. Tidak tanggung-tanggung 200 orang yang konvoi menempuh jarak 3 km..Tidakkah ini sangat mengganggu jalan untuk berlalu lintas, tidakkah suara-suara nyanyian ini ini sangat mengusik warga yang mayoritas umat Islam???!!!

Pada Ahad tanggal 8 Agustus 2010, 3 hari menjelang Ramadhan terjadilah insiden antara HKBP dengan warga muslim. Dalam insiden tersebut, DUA PENDETA HKBP sempat mengeluarkan PISTOL dan menembakannya…

tereksposkah oleh media akan hal ini????!!!TIDAK!

Ketika suasana masih Idul Fitri, 12 September 2010 (3 Syawal 1431 H). Pendeta dan jemaat HKBP kembali melakukan konvoi liar, sebagaimana yang dulu pernah mereka lakukan. Kali ini terjadi insiden bentrokan antara 200 orang HKBP dengan 9 pemuda warga muslim (dijadikan tersangka) yang berpapasan saat konvoi. Mereka saling serang, saling pukul saling tusuk dan saling terluka… kesembilan pemuda warga muslim yang berpapasan juga terluka, patah tangan bahkan ada juga yang TERTUSUK!!!Terkesposkah oleh media nasional akan berita ini??? TIDAK!!Yang terekspos hanya PENDETA DITUSUK. Bahkan sempat diberitakan korban TEWAS. Ternyata tidak tewas. Dan yang membawa senjata tajam bukan dari pihak pemuda warga muslim, karena mereka hanya kebetulan berpapasan, tidak ada niat untuk menghadang seperti yang diberitakan oleh media nasional.

Hari ini tanggal 17 september 2010, warga muslim Bekasi mengadakan Aksi damai setelah sholat Jum’at di Masjid NURUL ISLAM, ISLAMIC CENTER Bekasi dimulai dengan tabligh Akbar disertai pemaparan kronologi insiden dan dilanjutkan Longmarch ke Kantor Walikota Bekasi dengan tuntutan: HKBP harus keluar dari daerah Ciketing. tuntutan tersebut dipenuhi secara tertulis oleh Wakil Walikota Bekasi Rahmat Effendi, atas nama Walikota Bekasi. Tereksposkah oleh media Nasional???TIDAK..!!

sumber: Salih Mangarai SItompul. Islamic center Bekasi, Ba’da jum’at….

“mereka ingin membuat makar, dan Allah membalas makar mereka. Padahal Alloh adalah sebaik-baik pembalas makar….”

Read more...

Gaza akan Wisuda 12 Ribu Penghafal Al-Qur’an

>> Rabu, 30 Juni 2010


GAZA–Hampir 12 ribu penghafal alquran di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an.

Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada dibawah pembiayaan pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya dan langsung dibawah pengawasan departemen waqaf dan urusan agama Palestina.

Halaqah-halaqah ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya pada halaqah tersebut, hingga banyak diantara para perserta yang ditolak, karena tempatnya sudah tak menampung lagi.

Sukses Besar
Sementara itu, Dr. Thalib Abu Syaer, menteri waqaf dan urusan agama Palestina mengatakan, kami sedang berupaya mewisuda sejumlah penghafal Alqur’an, setelah sebelumnya sukses selama beberapa tahun terakhir dan tentu kami merasa bangga.

Dalam wawancaranya dengan pusat infopalestina, menteri waqaf mengatakan, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan dan menyusun perangkat-perangkat yang diperlukan dalam program kamp qur’ani. Ia berharap programnya ini bisa sukses.

Ia menyebutkan, ada sekitar 870 penghafal Alqur’an yang tersebar di 272 pusat tahfidz Alqur’an di Jalur Gaza (Rafah, Khanyunis, Gaza Tengah, Gaza, Gaza Utara).

Ia mengisyaratkan, pihaknya sedang mempersiapkan perhelatan akbar dan spektakuler untuk memberkan penghargaan pada para penghafal Al-Qur’an. Ia mengungkapkan, bangga atas prestasi para penghafal tersebut. Ini adalah kebiasaan yang baik yang digalakan pemerintah Palestina melalui menteru waqaf dan urusan agama secara khusus.

Peningkatan kemampuan dalam membaca dan menghafal
Di sisi lain, Dr. Abdullah Abu Jarbu deputi departemen waqaf mengatakan, proyek hifdzil Alqur’an yang dilakukan departemen waqaf ini bertujuan secara langsung mencetak para penghafal Alqur’an, disamping meningkatkan bacaan dan mereka, melalui penghafalan Alqur’an.

Dr. Abu Jarbu’ menjelaskan, ada sejumlah mahasiswa yang mempunyai predikat al-hafidz. Pihaknya sangat memperhatikan masalah ini dengan memunculkan bakat dan kemampuan mereka dalam menghafal Alqur’an. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti kamp musabaqah tilawatil alqur’an regional dan internasional yang dapat mengangkat derajat Palestina di dunia internasional.

Proyek Besar
Di pihak lain, Diyab Radhi, seorang warga Palestina di Gaza sangat menghargai langkah yang dilakukan departemen waqaf dan urusan agama. Ia mengucapkan terima kasih pada pemerintah dalam hal ini, yang telah mengadakan program kamp hifdzil Alqur’an.
Ia menambahkan, kami telah menunggu dengan shabar musim panas tiba untuk memulai proyek besar ini dan agar kita bisa membentuk anak-anak kita dan selanjutnya kita membantu mereka untuk menghafal alqur’an dalam waktu tertentu.

Read more...

Penuturan Aktivis Armada Kebebasan Tentang Kebiadaban IsraelPenuturan Aktivis Armada Kebebasan Tentang Kebiadaban Israel

>> Kamis, 03 Juni 2010


Apa yang digunakan oleh Israel ketika menyerang para aktivis di dalam kapal Armada Kebebasan? Menurut salah seorang aktivis yang dideportasi Israel ke Yordan, Komando Angkatan Laut Israel menggunakan tongkat pemukul, gas air mata, granat, peluru karet berlapis dan amunisi berbahaya selama penyerbuan kapal bantuan menuju Gaza tersebut. Hal ini dikatakan oleh Norazma Abdullah, aktivis asal Malaysia pada hari Rabu kemarin di Yordania.

“Israel menyerang kami tanpa peringatan setelah salat subuh,” kata Norazma. “Mereka awalnya menembak kami dengan peluru karet, tetapi beberapa saat kemudian, mereka menggunakan peluru tajam. Lima orang mati di tempat ketika itu juga dan setelah itu kami menyerah.”

Norazma Abdullah, berbicara dengan Reuters di dekat jembatan sungai Yordan, mengatakan pasukan Israel kemudian menahan para aktivis dengan posisi diikat badannya selama 15 jam sampai mereka tiba di pelabuhan Israel Asdod.

“Dan mereka membunuh seorang aktivis Turki yang sudah terluka, menembak tepat di kepalanya.”

Aktivis lain yang bernama Buhamd Ali menambahkan ia melihat seorang tentara Israel menembak dan membunuh orang Turki yang sudah terluka tepat di kepalanya.

“Saya tegaskan kepada Anda bahwa tidak ada satu dari para relawan mempunyai senjata api. Kami tidak punya senjata, kecuali pisau dapur. Dan para relawan tidak memulai perlawanan apapun,” kata seorang pengacara yang bernama Mutawa.

Abdul Rahman Failakawee, aktivis Kuwait, mengatakan Israel telah menggunakan lusinan senjata untuk menaklukkan mereka. “Serangan (mereka) benar-benar biadab,” katanya. “Mereka menggunakan peluru yang legal dan mungkin senjata yang ilegal: peluru karet, peluru api tajam, bom dan gas air mata. Mereka juga menggunakan tongkat pemukul saat mereka mendarat untuk memukul orang-orang di kapal yang sedang mengendalikan kapal.”

“Mereka menghina kami,” kata Ahmed Brahimi, seorang aktivis Aljazair. “Kami tidak bersenjata. Kami tidak pergi ke sana bukan untuk bertempur. Kami sedang melakukan salat Shubuh ketika Israel pertama kali datang di kapal Marmara.”

“Kami menggunakan tongkat dan semua apa yang bisa kami temukan untuk mempertahankan diri untuk menghentikan serangan mereka. Selama serangan kedua, mereka berhasil menculik anak kecil, putra kapten kami, dan kemudian kami disuruh untuk menyerah.”
“(Mereka) menyita ponsel kami, tidak mengizinkan kami untuk menggunakan … toilet, tangan kami diikat.”

“Mereka menyuruh kami untuk menandatangani dokumen tertulis dalam bahasa Ibrani,” katanya. “Kami, rakyat Aljazair, menolak menandatangani dokumen tersebut karena kami tidak mengerti bahasa Ibrani dan yang lebih penting karena kami tidak mengakui Israel.”

Read more...

Haji Tahun Depan Mulai Dicoba Gunakan Monorail

>> Rabu, 19 Mei 2010

Sekitar 30 persen fasilitas transportasi jamaah haji tahun depan menggunakan monorail dan akan dicoba dua bulan ini..

Jika tak ada aral-melintang, mulai tahun depan para jamaah haji sudah bisa menikmati transportasi monorail yang menghubungkan Mekah, Madinah, dan Jeddah.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Muasasah Asia Tenggara, Syeikh Zubair Abdul Hamid Mukhtar Sedayu di Mekah belum lama ini. Meski demikian, kemungkinan penggunakan monorail itu tak berjalan semuanya. Kebutuhan pembangunan media transportasi itu diperkirakan baru akan rampung tahun 2012, sebagian akan dicoba untuk para jamaah haji tahun depan.

“30 persen akan menggunakan monorail dan akan dicoba dua bulan ini,“ ujar pria kelahiran Jawa Timur ini saat menerima rombongan asal Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan Saudi telah menandatangani nota kesepahaman dengan Konsorsium Al-Arab yang ditunjuk membangun proyek mega riyal tersebut. Untuk pembangunan infrastruktur jalur kereta api, Arab Saudi menggandeng perusahaan China. Sementara penyedia kereta apinya dipercayakan kepada Prancis.

China telah memenangkan kontrak pembangunan monorail senilai 1,8 miliar dollar AS yang dipersiapkan sebagai sarana transportasi dan jalur pengangkutan jemaah haji di sekitar kota suci Islam, Mekkah, Arab Saudi.

Pantauan hidayatullah.com saat berkeliling Mekkah, Jedah, Thaif, dan Madinah, jalur kereta itu sudah mulai dipasang.

Abdul Hamid mengaku, selain akan dicoba menggunakan monorail, Muasasah Asia Tenggara juga telah menyiapkan sekitar 410 kendaraan, meliputi bus, mobil, dan ambulan untuk menangani jemaah.

Meski tugas Muasasah Asia Tenggara mencakup sekitar 15 negara di kawasan Asia, Abdul Hamid mengaku mayoritas (75 persen) jemaah haji datang dari Indonesia.

Saat ditanya bagaimana tugas Muassasah untuk menekan angka kematian dan kemungkinan gagal dalam tugas, Abdul Hamid mengatakan, urusan gagal ada di tangan Allah. Meski demikian, pihaknya akan tetap bekerja secara maksimal melayani jemaah haji.

Ia mencontohkan, tahun kemarin angka kematian haji tahun 2010 menurun 50% dibanding tahun sebelumnya.

Read more...

Indonesia Tuan Rumah Konferensi Penghafal Al-Qur’an se Asia Pasifik

>> Rabu, 05 Mei 2010


Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi penghafal Al Qur’an se-Asia Pasifik pada 7-10 Mei 2010. Konferensi Insya Allah akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal Jakarta dan Hotel Cemara Jakarta. Kepercayaan dunia Internasional itu diberikan kepada Rabithah Ma’ahid Al-Qur’an Indonesia yang memfokuskan pada tahfizhul qur’an (menghafal al-qur’an).
Dengan kepercayaan itu Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki posisi yang strategis dalam rangka turut memberi kontribusi bagi terwujudnya tatanan dunia yang penuh dengan kedamaian, keharmonisan dalam tata nilai perilaku terpuji dan ketaatan yang memberi efek bagi terciptanya hubungan sosial manusia yang baik (ahlakul karimah).

Perilaku sosial yang demikian itu sesungguhnya merupakan refleksi dari ketaatan umat Islam terhadap agamanya yang salah satunya dicerminkan dengan menghafal al-Qur’an.

Konferensi ini akan dihadiri oleh 9 negara yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Australia, dan China. Selain itu akan dihadiri juga oleh 100 pendiri dan pengelola lembaga tahfizh Al-Qur’an se-Indonesia. Pembukaan konferensi ini akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal tanggal 7 Mei 2010 setelah sholat Jum’at yang akan dihadiri oleh Menteri Agama, para Duta Besar Negara sahabat dan boleh dihadiri oleh seluruh ummat Islam Indonesia.

Tema besar yang akan diangkat dalam konferensi ini adalah “Peran Para Huffazh di Masyarakat”, tema ini sengaja diangkat untuk memetakan sekaligus mempertegas bahwa posisi para huffazh ditengah-tengah masyarakat muslim memiliki peran yang signifikan kontributif.

Selain itu tema ini menarik karena akan dapat dipetakan sejauhmana peran para huffazh dalam berkontribusi ditengah-tengah masyarakat khususnya dalam membangun masyarakat yang penuh dengan kedamaian dan berperilaku terpuji (akhlakul karimah) dengan memaknai dan mengamalkan nilai-nilai al-Qur’an ditengah-tengah masyarakat.

Efek lanjut dari terciptanya masyarakat yang demikian akan turut membangun perilaku terpuji bangsa-bangsa di dunia dan diharapkan akan tercipta tatanan dunia yang lebih bermartabat.

Secara lebih spesifik konferensi ini memiliki 5 tujuan, yakni (1) menjelaskan peran Huffazh al Qur’an dalam pengembangan masyarakat pada aspek ilmu dan da’wah.(2) peningkatan amal qur’ani dengan cara mengatur, merencanakan dan meningkatkan serta mengevaluasi lembaga-lembaga al qur’an serta mengambil manfaat dari pengalaman dalam pengajaran al Qur’an. (3) memberikan referensi ilmiah bagi Hai’ah ‘Alamiyah li Tahfishil qur’an al Karim dan mengumpulkan seluruh organisasi dalam pengembangan al Qur’an. (4) membekali lembaga-lembaga al Qur’an dengan hasil penelitian ilmiah guna meningkatkan kemampuan dalam pengalaman al Qur’an. dan (5) membentuk adanya jaringan para pakar dan pecinta al Qur’an dan menjadikan sarana pertukaran pengalaman diantara peserta konferensi.

Konferensi yang akan berlangsung selama 4 hari ini akan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan dalam bentuk seminar, lokakarya, workshop, focus group discussion, hingga kunjungan ke sejumlah lembaga tahfizhul Qur’an di Indonesia.

Dengan beragam kegiatan tersebut diharapkan diakhir konferensi akan menghasilkan sejumlah gagasan konstruktif bagi pembangunan masyarakat dunia dan menghasilkan rekomendasi penting bagi negara-negara peserta dan bagi Hai’ah ‘Alamiyah li Tahfizhil qur’an al Karim (lembaga internasional penghafal al-Quran).

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP